#LinkList2 h2 { display:none; } #LinkList2 ul { list-style: none; } #LinkList2 li { float: left; } #LinkList2 a:link, #LinkList2 a:visited { padding: 5px; display: block; color:#fff; font-size:11px; font-family: "Times New Roman", Serif; } #LinkList2 a:hover { padding: 5px; display: block; color:#ff0000; font-size:11px; font-family: "Times New Roman", Serif; }

Rabu, 31 Maret 2010

Bincang-Bincang Dengan Cabup Merauke, Daniel Walinaulik

Gaet Omah Ladamay, ‘Perahu’ Terus Diburu

SEBAGIAN masyarakat di Kabupaten Merauke telah mengetahui jauh-jauh hari sebelum jika Daniel Walinaulik akan ‘meminang’ Drs. Waryoto, M.Si

untuk maju dalam percaturan Pemilihan Kepala daerah (Pemilukada) tahun 2010. Hanya saja dalam perjalanan, Daniel yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, melirik calon wakil yang lain. Pilihan terakhir pun jatuh kepada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Ir. Omah Ladamay.

Sikap tegas yang ditunjukkan Daniel dengan membanting setir dan memilih Omah Ladamay untuk digandeng menjadi calon Wakil Bupati Merauke, sempat menimbulkan kontraversi. Meski begitu, Daniel yang kalam dan murah senyum itu, menganggap hal tersebut adalah biasa dalam dunia percaturan politik. Baginya, seseorang calon yang dipilih untuk mendampingi, harus memiliki visi dan misi sama agar ketika sudah terpilih masyarakat, tinggal saja disinkronkan lagi.

Saat bincang-bincang dengan beberapa wartawan di ruang kerjanya, Jumat (26/3), Daniel mengakui jika selama ini banyak orang telah mengetahui jika dirinya bergandengan dengan Drs. Waryoto yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Merauke. Hanya dalam perjalanan, harus mengakhiri dan lebih memilih Omah Ladamay untuk menjadi pendamping. “Sudah lama saya mengenal Pak Omah. Beliau memiliki visi dan misi yang hampir sama terutama dalam bidang pertanian. Olehnya, tidak salah saya jika pilihan jatuh ke Omah karena kami memiliki banyak kesamaan,” ungkapnya.

Menyangkut perahu yang digunakan untuk maju dalam Pemilukada, Daniel mengungkapkan, dua partai sudah jelas yakni Partai Persatuan Daerah (PPD) dan Partai Patriot yang memiliki keterwakilan juga di lembaga DPRD. “Ya, kami sedang buru lagi beberapa partai seperti Gerindra, Hanura dan tidak menutup kemungkinan lagi adalah Partai Golkar. Kita sudah lakukan pendekatan, namun belum ada pembicaraan final,” ujarnya.

Menyinggung kapan dilakukan deklarasi, Daniel mengungkapkan, kapan saja bisa terlaksana. Hanya yang perlu dipikirkan terlebih dahulu adalah partai pengusung. “Sudah banyak simpatisan maupun pendukung yang menghendaki agar kami secepatnya mendeklarasikan diri. Bagi saya, belum terlambat karena ketika kita mendeklarasikan diri, harus tahu dulu partai pengusung yang jelas,” katanya sambil menambahkan, semua belum terlambat dan ada waktu yang tepat.

Untuk target, lanjut dia, harus menang. Siapapun dia yang akan maju bertempur, sudah memiliki suatu rasa optimis untuk harus memenangkan pertarungan dimaksud. “Saya berani katakan menang karena setiap hari kami jalan keliling dan bertemu masyarakat di tingkat distrik dan kampung-kampung. Kalaupun harus kalah, haruslah terhormat. Ya, kita punya strategi sendiri-sendiri untuk bisa merebut hati masyarakat,” katanya dengan santai.

Dia menambahkan, meskipun sampai sekarang belum dibentuk tim sukses yang paten untuk bisa bergerak, namun dirinya telah mengingatkan kader maupun simpatisan agar menjaga kenyamanan dan tidak membuat tindakan anarkhis. Setiap persoalan yang dihadapi di lapangan, disikapi dengan kepala dingin. Tidak perlu harus saling menghujat. (frengky)

2 komentar:

Anonim mengatakan...

NGAK BAKAL MENANG................

rafha mengatakan...

PASTI MENANG!!!
GO DANIEL-OMAH
GBU...Amien...3x