#LinkList2 h2 { display:none; } #LinkList2 ul { list-style: none; } #LinkList2 li { float: left; } #LinkList2 a:link, #LinkList2 a:visited { padding: 5px; display: block; color:#fff; font-size:11px; font-family: "Times New Roman", Serif; } #LinkList2 a:hover { padding: 5px; display: block; color:#ff0000; font-size:11px; font-family: "Times New Roman", Serif; }

Jumat, 05 Maret 2010

Bank Tidak Melayani Kredit Biaya Kampanye

JAYAPURA - Jelang Pemilu 2009 para caleg membutuhkan dana yang cukup banyak, terutama pada saat kampanye seperti saat ini. Bank Indonesia khawatir jangan sampai ada caleg yang memanfaatkan uang rupiah palsu yang akan disalurkan kepada massa, maka Bank Indonesia bekerja sama dengan pihak kepolisian melakukan pengawasan peredaran uang di daerah ini. Selain itu, Bank juga tidak memberikan dana kredit bagi para caleg, untuk itu Bank Indonesia melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap bank-bank yang ada di wilayah Papua.

“ Tidak ada ijin pinjaman kredit untuk keperluan kampanye dari pihak perbakan. Bank tetap selektif melakukan penyaluran kredit kepada masyarakat,” ujar Pemimpin Bank Indonesia Jayapura, Leo R Tandiarang kepada wartawan.

Dimana untuk hal ini, kata Leo R Tandiarang Bank Indonesia melakukan pegawasan yang cukup ketat, setiap bank harus memberikan laporan kredit setiap bulan.

“ Tidak ada peminjaman kredit sepersen pun untuk kepentingan kampanye caleg,” tegas Leo.

Dia mengatakan, biaya kampanye tentu memerlukan biaya yang cukup besar, apalagi banyak pengusaha daerah yang ikut caleg dalam pilkada saat ini, jangan sampai mereka menggunakan nama usahanya untuk melakukan peminjaman uang, pada hal digunakan untuk kepentingan kampanye, maka pihak perbankan harus hati-hati dan teliti dalam memberikan pinjaman. Jika ada bank yang memberikan pinjaman kredit untuk kepentingan kampanye caleg maka bank tersebut akan ditindak, kerena telah melakukan kesalahan besar.

“Biaya kampanye tidaklah kecil syukur-syukur kalau kampaye tersebut menang kalau kalah mau dibayar dengan apa ke Bank,”jelasnya kepada wartawan.

Lebih jauh, Leo R Tandiarang mengatakan, kredit yang disalurkan bukan untuk dihambur-hamburkan begitu saja, tetapi kredit diberikan khusus untuk kebutuhan guna mengembangkan usahan perekonomian rakyat.

Untuk itulah saat ini pihak bank harus lebih cermat dan lebih selektif untuk memberikan penyaluran kredit kepada nasabahnya.(dhany)

1 komentar:

Musamus Tabloid mengatakan...

jelek banget........