#LinkList2 h2 { display:none; } #LinkList2 ul { list-style: none; } #LinkList2 li { float: left; } #LinkList2 a:link, #LinkList2 a:visited { padding: 5px; display: block; color:#fff; font-size:11px; font-family: "Times New Roman", Serif; } #LinkList2 a:hover { padding: 5px; display: block; color:#ff0000; font-size:11px; font-family: "Times New Roman", Serif; }
Loading...

Sabtu, 03 April 2010

Butuh Alternatif Hentikan Penggalian Pasir Pesisir

Kondisi daerah pesisir pantai di Merauke semakin menghawatirkan. Hal tersebut dapat terlihat jelas di sepanjang pantai Lampu Satu misalnya, aktifitas penggalian pasir pantai dapat dengan mudah dijumpai. Padahal, sudah ada Peraturan Pemerintah yang dengan tegas melarang adanya aktifitas penggalian pasir di pantai.

Akibatnya, telah merusak lingkungan dan ekosistem yang ada di daerah penggalian tersebut. Guna mencegah pengrusakan lingkungan yang lebih luas lagi, masyarakat diminta untuk terus menjaga lingkungan hidup dan tidak merusak lingkungan hanya karena alasan ekonomi.
Penegakan Peraturan Daerah tentang bahan galian golongan C justru merupakan tugas Satuan Polisi Pamong Praja, namun fakta di lapangan sangat memprihatinlan. Karena kurang pedulinya masyarakat terhadap Perda tersebut, sehingga mempersulit pihaknya di dalam penertiban aktifitas para penggali pasir.
Kepala Kantor Satpol-PP Merauke, Ramadayanto mengemukakan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya, sehubungan terus maraknya penggalian dan penjualan pasir semen dan pasir laut di wilayah potensial dan pesisir pantai di Kabupan Merauke yang notabene dilakukan oleh masyarakat.
Dikatakan, Satpol-PP selaku instansi penegak Peraturan Daerah telah bekerja sama dengan instansi terkait dalam menertibkan Perda-Perda, terutama Perda penggalian bahan galian golongan C. Namun, kata Ramadayanto, sangat sulit untuk diterima masyarakat, mengingat bahan galian golongan C tersebut, merupakan salah satu alternative penting dalam menunjang hidup mereka.
Ramadayanto mengingatkan masyarakat yang memiliki potensi bahan galian golongan C, supaya menyadari akan bencana yang akan terjadi di pantai selatan Papua akibat pengrusakan lingkungan dengan penggalian dan penjualan pasir, baik yang dilakukan secara legal maupun illegal.
Jika kondisi seperti itu terus berjalan dan dilanjutkan, masih kata Ramadayanto, tanpa menghiraukan akan dampak pengrusakan pantai, dikhawatirkan akan terjadi bencana yang dapat merugikan banyak orang.
“Jika kondisi ini terus dilanjutkan tanpa menghiraukan kerusakan pantai, maka suatu saat nanti, kita semua di Merauke dan sekitarnya akan menuai musibah yang datang tba-tiba,”kata Ramadanyato mengingatkan.
Kepada Pemerintah Kabupaten Merauke, juga diharapkan untuk mencari solusi atau alternative lain dalam memberdayakan masyarakat pesisir pantai, guna menghidupi keluarga mereka yang disesuaikan dengan kemampuan dan bakat mereka. Hal tersebut harus dilakukan, agar penggalian dan penjualan pasir dapat ditekan secara maraton dan juga demi keselatan banyak orang.//Musamus

Baca selengkapnya......

Pemantau Peradilan Merauke Dibentuk

MUSAMUS---- Guna memberantas dugaan adanya mafia peradilan yang sering terjadi, LSM Papua Foundation bekerjasama dengan Komisi Yudisial (KY) RI membentuk Posko Peradilan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Untuk beberapa kabupaten/kota di Papua termasuk juga di Kabupaten Merauke telah dibentuk. Posko tersebut nantinya akan menjalankan tugas dan tanggungjawab memonitoring dan mengikuti jalannya persidangan setiap kasus di Pengadilan Negeri PN) Merauke.

Direktur LSM Lembaga Papua Fondation, Baharudin Farawowan, SH dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Hotel Iteze, Selasa (30/3) mengungkapkan, selain memantau setiap persidangan yang dijalankan oleh seorang hakim di PN Merauke, mereka juga akan menerima setiap pengaduan dari masyarakat terkait vonis dan atau putusan yang dijatuhkan. Mungkin selama ini masyarakat hanya bisa mengeluh dan tidak berbuat banyak, maka dengan Posko ini mereka bisa menyuarakan ketidakpuasan.

Dijelaskannya, pengawalan setiap kasus oleh Posko Pemantau Peradilan, tidak hanya di PN Merauke tetapi juga mulai dari kepolisian dan juga kejaksaan. Karena terkadang suatu kasus mengendap lama di kedua institusi tersebut. Olehnya, tugas tim yang telah dibentuk ini adalah memonitoring dan mengikuti alur perjalanan suaru kasus yang sedang ditangani.

Baharuddin menegaskan, mafia peradilan di Tanah Papua sudah menjadi momok sehingga perlu adanya Posko Pemantau Peradilan yang nantinya akan bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Sebenarnya, akan sangat tepat jika Posko Pemantau melibatkan pengacara tetapi bukan mereka yang aktif beracara di pengadilan. Tetapi, yang memiliki kepedulian untuk memberantas mafia yang sering dilakukan oleh oknum hakim-hakim nakal. “Kita harus bisa memahami juga jika pengacara sering memainkan peran dalam suatu kasus. Olehnya, tidak dengan serta merta dilibatkan,” tegas dia.

Tugas dari Posko Pemantau Peradilan, lanjut Baharuddin, melaporkan ke KY jika putusan dari suatu kasus di pengadilan tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku serta ancaman hukuman yang harus diterima. Jika sampai ada oknum hakim yang bermain ‘kucing-kucingan dalam suatu kasus, tetap akan dipanggil KY untuk diadili. “Kita harus tegakkan proses hukum di setiap pengadilan di Tanah Papua. Sehingga tidak dengan seenaknya seorang hakim menjatuhkan vonis kepada terdakwa,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, pihaknya bersama pengurus Posko Pemantau Peradilan Merauke yakni Samson Mambrasar, ST (ketua), Wakil Ketua, Cosmas Yem dan Sekretaris, La Sumety akan bertemu dengan Kapolres Merauke, AKBP Hadi Ramdani, SH, Kepala Kejaksaan Negeri (kajari), Edhy Suprapto, SH dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) setempat, D. Sinaga, SH guna melakukan audien. “Dalam satu atau dua hari ke depan ini, kita akan bertemu pimpinan dari tiga institusi tersebut untuk audiens sekaligus memperkenalkan kepengurusan dari posko tersebut,” kata Baharuddin. (frengky)

Baca selengkapnya......

Pembukaan Pertandingan Bulutangkis PKS ARB Cup

Junjung Sportivitas, Kedepankan Kebersamaan

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Merauke yang ‘dinahkodai’ oleh Kusmanto, SH kembali membuat suatu ivent pertandingan olahraga bulutangkis. Iven bergengsi ini, ternyata mendapatkan respon yang sangat besar dari para ‘penggila’ olahraga. Hal itu dapat terlihat dari banyaknya perwakilan bulutangkis di Merauke yang mengikutsertakan para pemain.


Ivent yang diberi nama pertandingan Bulu Tangkis PKS ARB Cup 2010 mengusung thema, dengan semangat Izakod Bekai-Izakod Kai, kita junjung sportivitas dan kebersamaan menuju Merauke cerdas, sehat dan sejahtera. Pembukaan pertandingan yang berlangsung di aula Kantor Pos dan Giro lama Sabtu (27/3) itu, dihadiri juga oleh kandidat Calon Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT serta Wakilnya, Sunarjo, S.Sos.

Ketua DPD PKS Kabupaten Merauke, Kusmanto, SH dalam sambutannya mengatakan, ivent pertandingan bulutangkis ini untuk yang kedua kali. Meskipun masih sangat sederhana, namun bisa menjadi wahana untuk mengembangkan dan menghidupkan dunia olahraga di Kabupaten Merauke. “Kita berharap sekiranya dengan terselenggaranya ivent pertandingan ini, menjadi suatu moment untuk bisa mengembangkan bulutangkis,” pinta Kusmanto yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke.

Kusmanto juga meminta kepada semua yang terlibat dalam mengikuti pertanmdingan agar tetap menjaga sportivitas dan mengedepankan kebersamaan. “Kalah dan menang adalah hal yang biasa. Mari kita tetap menjaga dan memelihara hubungan kekeluargaan agar Merauke tetap aman terkendali,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya sengaja menghadirkan calon kandidat bupati dan wakil bupati untuk melihat pembukaan pertandingan bulutangkis ini agar jika terpilih nanti untuk memimpin Merauke lima tahun ke depan, olahraga Bulutangkis bisa menjadi perhatian dari pemerintah untuk dijalankan. “Kita harus akui bahwa Merauke adalah daerah lumbung atlet. Olehnya, harus ada ivent kegiatan olahraga yang harus dijalankan,” ujarnya.

Calon Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka dalam sambutannya mengatakan, olahraga memiliki manfaat yang sangat besar terutama untuk menjaga kebugaran tubuh. Ivent olahraga ini juga, kata Mbaraka, menjadi jembatan untuk membangun kebersamaan. Olehnya, bagi yang akan bertanding, harus tetap memelihara dan menjaga kebersamaan. “Saya meminta kepada para pemain yang akan bertanding untuk menahan emosi dan menjunjung sportivitas sehingga dari lapangan ini lahir persaaudaraan diantara kita,” pintanya. (frengky)

Baca selengkapnya......

4 Siswa PNG Tidak Ikut UN

MUSAMUS---Empat orang siswa dari PNG yang selama ini mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sota, pulang ke negara asalnya tanpa alasan jelas. Meskipun empat orang pulang, namun 10 lain tetap bertahan sampai selesai mengikuti Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan beberapa hari lalu.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN I Sota, Drs. Kalvin Saya yang ditemui di Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Merauke beberapa hari lalu mengungkapkan, total keseluruhan siswa dan siswi Kelas III yang mengikuti UN adalah 28 orang. Dari Jumlah tersebut, siswa darai PNG adalah sepuluh orang. Sebenarnya jumlah 14 orang, hanya saja empat lain pulang sebelum pelaksanaan ujian dilaksanakan. “Saya juga tidak tahu alasan apa sehingga mereka pulang ke negara asalnya,” ungkap kalvin.

Ditanya apakah ada kemungkinan mereka akan mengikuti UN susulan, Kalvin mengatakan, tidak mungkin karena keberangkatan pun tidak disampaikan secara jelas kepada pihak sekolah. Jika mereka kesana karena ada urusan penting, pasti dipertimbangkan kembali untuk ikut UN susulan lagi. “Ya, itu karena kesalahan dari mereka sendiri untuk pelang ke kampung halaman,” katanya.

Ditambahkan, pelaksanaan UN di SMKN I Sota berjalan aman dan lancar. Tidak ada soal-soal ujian yang bocor. Para siswa dan siswi pun bisa menyelesaikan dengan baik soal-soal. “Mudah-mudahan prosentase kelulusan tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum,” ungkap dia. (frengky)

Baca selengkapnya......

PPD dan PPS Kelapa Lima Dilantik

MUSAMUS-----Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Kelapa Lima, Sabtu (27/3), Jaya Ibnu Su’ud mewakili Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) melantik kurang lebih 50 anggotaa PPD dan PPS yang nantinya akan melaksanakan tugas dan taanggungjawab dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala daerah (Pemilukada) yang sedianya berlansung tanggal 9 Agustus 2010 mendatang.


Dalam arahannya Jaya mengatakan, tugas dan tanggungjawab dari PPD dan PPS sangat berat. Olehnya, kepercayaan yang telah diberikan itu, harus bisa dijalankan dan ataau dilaksanakan secara baik. Harus diingat pula bahwa petugas PPS dan PPD akan menjadi sorotan publik tatkala melakukan pengawasan sampai kepada perhitungan surat suara setiap calon bupati.

Dalam menjalankan tugas juga, lanjut Jaya, para petugas harus melepaskan segala hubungan emosional dengan para kandidat yang mengikuti Pemilukada. Apalagi yang ikut pun ada dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Intinya, sikap netralitas ditunjukkan sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Peganglah akan sumpah dan janji yang telah diambil.

Jaya menambahkan, dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi tentang berbagai pentahapan Pemilukada termasuk cara mencoblos yang digunakan. “Ya, sesuai aturan baru yang diterima, tidak dilakukan pencontrengan lagi tetapi dengan mencoblos. Dengan demikian, harus disosialisasikan secara luas kepada masyarakat sehingga mereka memahami. Kita menghendaki agar pemilihan kepala daerah tetap dengan menggunakan cara contreng. Hanya saja karena aturan yang menghendaki demikian,” taandas dia.

Sementara Kepala Distrik Kota Meraauke, Drs. Vicky Imkota meminta kepada para PPD dan PPS untuk mensukseskan Pemilukada yang akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. Jalankan dan laksanakan tugas dan tanggungjawab yang telah diberikan. Jangan terpengaruh dengan adanya suara miring dari orang lain. “Kalian telah dipilih dan dilantik sehingga menjadi suatu tugas berat yang nantinya dipikul dalam menjalankan,” kata Vicky. (frengky)

Baca selengkapnya......

Pelajar SMP/MTs Penuh Persiapan Hadapi UN

Setelah sebelumnya pelajar sekolah tingkat menengah atas melangsungkan Ujian Nasional, kini giliran siswa-siswi yang duduk di kelas 3 SMP/MTs di Kabupaten Merauke, secara serentak 29 Maret-1 April mengikuti Ujian Nasional tahun ajaran 2009/2010.

Dari data yang ada, tidak kurang dari 2.910 siswa yang tersebar pada 46 SMP/MTs di Kabupaten Merauke tercatat sebagai peserta UN yang diketahui sebagai pembuktian keberhasilan pelajar untuk selanjutnya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Mengetahui tingkat kelulusan yang telah dipatok dan bertandar nasional itu sangat berat, maka pihak sekolah dan dinas terkait jauh-jauh hari telah mempersiapkan siswa peserta ujian dengan berbagai bekal ilmu pengetahuan.
Hal tersebut dilakukan, agar anak didik sebagai peserta ujian mampu merampungkan sosal-soal yang diujikan dengan baik. Dan pada akhirnya, pelajar Merauke dapat lulus dengan hasil yang memuaskan.
Seperti 181 siswa SMP Johanes 23 Merauke yang diikutkan dalam Ujian Nasional tahun kali ini. Kepala Sekolah SMP Johanes 23, Arnoldus Moda menjelaskan, peserta UN yang terdaftar disekolahnya sebanyak 182 siswa. Dimana 73 laki-laki dan 109 diantaraya perempuan, namun 1 siswanya mengundurkan diri dan tidak dapat mengikuti UN.
Untuk satu siswa yang mengundurkan diri, kata Moda, pihak sekolah sendiri telah beupaya semaksimal mungkin mengadakan pendekatan dengan orang tua, hanya saja, hingga waktu UN tiba siswa yang bersangkutan tidak ada kabar berita.
Menyinggung persiapan UN, SMP Johanes 23 telah melakukan les tambahan bagi pelajarnya yang dimulai dari Bulan Januari hingga Maret lalu dan juga triout. Sehingga diharapkan anak didiknya dapat mengerjakan soal-soal UN dengan baik dan benar.
Dijelaskannya, untuk ujian teori sekolah, dijadwalkan akan dilakukan serentak mulai 19-21 April mendatang sedangkan ujian praktek SMP Johanes sudah dilaksanakan 13-20 Maret, meliputi praktek Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Fisika, Biologi, Agama, Olahraga, kesenian dan teknik informatika.
SMP Johanes 23 Merauke merupakan 1 dari sejumlah SMP/MTs yang menyelenggarakan Ujian Nasional. Dapat dipastikan, di setiap sekolah yang ada, telah mempersiapkan anak dididknya dalam menghadapi ujian dan terus berharap dapat lulus dengan nilai yang baik, sebagai wujud keberhasilan tim belajar mengajar di Kabupaten Merauke.//Musamus

Baca selengkapnya......

Kauskupan Beri Pelayanan Kesehatan Bumil dan Balita


Menilai betapa pentingnya kesehatan yang juga menjadi modal keberhasilan, menjadi salah satu alasan bagi Keuskupan Merauke dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan.

Dan ibu hamil (bumil-red) serta balita menjadi sasaran utama pihaknya untuk diperhatikan sektor kesehatannya. Mengingat mereka sebagai generasi penerus bangsa, sehingga Keuskupan mengaku peduli dan merasa penting untuk menciptakan SDM mendatang yang sehat jasmani dan rohani.
Untuk itu, belum lama ini diadakan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Keuskupan Merauke kepada warga kurang mampu di Kelurahan Kelapa Lima Merauke. Dimana, bumil secara langsung diperiksa kesehatan ibu dan juga janin yang dikandungnya, sedangkan untuk balita diberikan vitamin, ditimbang dan pemberian makanan tambahan pendamping ASI (bubur).
Dikatakan Pastor Robernadus Boli SVD, Keuskupan Merauke yang memiliki wilayah kerja hingga Kabupaten Mappi dan Kabupaten Boven Digoel, merasa ikut peduli dalam mempersiapkan generasi penerus yang sehat.
“Kesehatan sebagai modal dan berpengaruh karena memiliki nilai penting. Sehingga, lewat kesehatan terpadu agar masa depan keluarga masa mendatang menjadi lebih baik. untuk itu, factor kesehatan harus diperhatikan sejak dini, yakni mulai di dalam kandungan dan dilanjutkan pada masa balita,’terangnya.
Dan lewat pelayanan kesehatan bumil serta balita, merupakan wujud kepedulian Gereja di dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Sekedar diketahui, dalam pelayanan kesehatan di Kelapa Lima, tidak kurang dari 110 balita dan puluhan ibu hamil berbondong-bondong hadir untuk menerima pelayanan kesehatan yang dilanjutkan dengan sosialisasi kesehatan.//Musamus

Baca selengkapnya......

Finalisasi DPS, Proaktif Warga agar Terdata

Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Merauke sudah semakin dekat. Sesuai dengan jadwal KPU, pemilihan kepada daerah periode 2010-2015 yang dipilih lewat pemberian hak suara dengan cara di coblos itu, akan berlangsung pada 9 Agustus mendatang.

KPU selaku penyelenggara pesta demokrasi telah merencanakan 462 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 20 distrik yang akan dipergunakan warga dalam menentukan pilihannya.
Dan guna mengakomodir semua warga yang telah memiliki hak pilih pada Pemilukada, pengakuratan data pemilih masih terus dilakukan. Hingga akhir Maret 2010, tercatat sebanyak 140.390 pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).
Jumlah tersebut berdasarkan hasil pendataan penduduk dan pemilih yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Merauke.
Dikatakan Anggota KPU Merauke, Jaya Ibnu Su’ud, jumlah 140.390 pemilih dari total penduduk 2.000 an lebih itu, belum menjadi data final. Sehingga dimungkinkan adanya penambahan maupun pengurangan sesuai hasil finalisasi pendataan yang dilakukan saat ini.
Selain finalisasi oleh aparat teknis, KPU Merauke saat ini telah mempublikasikan daftar pemilih sementara itu di tiap-tiap kantor distrik dan kelurahan untuk dilakukan pengecekan bersama-sama masyarakat.
Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat agar dapat proaktif melakukan pengecekan nama pada lembar DPS. dan selanjutnya segera melapor ke aparat penyelenggara jika mendapati namanya belum tercantum dalam DPS itu.
“Selama 20 hari, 11 April-1 Mei akan dilakukan pengecekan bersama-sama DPS yang ada sebelum dilakukan pemutahiran data pemilih tetap pada 23 Juni. Karena setelah DPT ditetapkan, KPU tidak menerima lagi adanya perubahan data pemilih,”terangnya pada saat melakukan sosialisasi tahapan Pemilukada.
Dan setelah merampungkan data pemilih tetap Pemilukada, KPU akan lanjut pada tahapan pencetakan surat suara yang disesuaikan dengan DPT tersebut.
Hal ini penting, agar semua masyarakat yang telah memiliki hal pilih dapat terakomodir pada pesta demokrasi Pemilukada Bupati Merauke Periode 2010-2015.//Musamus

Baca selengkapnya......

Dilarang, Aktifitas Bernuansa Kampanye

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Merauke melarang setiap bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang melakukan aktivitas bernuansa kampanye sebelum tahapan KPU digelar.

Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Merauke melalui surat edaran nomor 11 tanggal 29 Maret 2010, dengan jelas melarang sejumlah aktifitas seperti kegiatan ulang tahun, sosial budaya, keagamaan dan perlombaan-perlombaan olahraga serta berbagai kegiatan lainnya yang bersifat mengumpulkan massa.
Ketua Panwaslu Merauke, B Tukidjo menjelaskan, aktifitas itu dapat dikategorikan kampanye, apabila memenuhi unsur-unsur kampanye sesuai peraturan KPU Nomor 69 tahun 2009.
Dikatakan sesuai dengan keputusan nomor 12 KPU Tanggal 4 Februari 2010, KPU Merauke menetapkan tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus sebagai jadwal kampanye Pemilukada.
“Aturan tersebut sudah jelas, jadi sebelum tahapan kampanye berlangsung, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati maupun partai politik, dilarang untuk melakukan berbagai aktifitas yang mengarah pengumpulan massa dan kampanye,”tukas Tukidjo.
Di tempat terpisah, anggota KPU Merauke Jaya Ibnu Su’ud menjelaskan tahapan Pemilukada untuk kampanye telah dijadwalkan berlangsung selama 14 hari (23 Juli-5 Agustus). Dimana pada kampanye pertama, 23 Juli diawali dengan penyampaian visi-misi bakal calon di gedung DPRD Merauke.
“24 Juli hingga 4 Agustus merupakan jadwal kampnye terbuka dan di tutup 5 agustus dengan debat calon Bupati dan Wakil Bupati,”terang Jaya.
Guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di daerah ini, Tukidjo menghimbau kepada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati, pimpinan parpol dan tim kampanye agar dapat memetuhi peraturan dan perundang-undangan yang telah ditetapkan, sehingga Pemilukada dapat berjalan dengan baik dan lancar.//Musamus

Baca selengkapnya......

Pesta Paskah Diperingati Dengan Hikmat

Segenap umat Katolik di seluruh dunia mengawali masa pekan suci dengan Minggu palma sesudah masa pra-Paskah, tidak terkecuali di Kabupaten Merauke. Minggu palma yang dilakukan umat berfariasi, untuk Paroki Santo Yosep Bambu Pemali misalnya, ribuan umat melakukan perarakan sepanjang 500 meter sambil melambaikan daun palem dan dilanjutkan dengan ekaristi kudus yang dipimpin Pastor Stefanus Tri Supriationo dan Pastor Miler senduk MSc.

Dalam Ekaristi tersebut dibacakan kisah sengsara Yesus Kristus dengan khotbah singkat surat Pilatus kepada umat.
Pastor Paroki Stefanus menuturkan, perarakan minggu daun dilakukan bukan semata-mata mengikuti tradisi, namun lebih kepada mencontoh figure Yesus yang adalah Raja sejati, menjadi pemimpin yang bijaksana, peduli serta rela berkorban tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan.
Dalam menghadapi masa pekan suci ini, Pastor berharap umat menginspirasi pengorbanan Kristus, yang rela disalib demi menebus dosa umat manusia, sehingga dalam keseharian tetap mengimplementasikan iman kepercayaan dengan saling menghargai dan menjaga keharmonisan diantara hidup beragama dan bermasyarakat.
Menurut Pastor Stefanus, manusia hidup harus mempunyai arah dan tujuan yang jelas pada kebangkitan dan hidup yang kekal. Untuk itu perlu adanya keseimbangan antara dunia dan akherat.
Masa suci yang diawali dengan minggu palma, hendaklah menjadi perhatian umat dalam mengambil bagian dalam Kamis putih, Jumat agung, malam paskah dan Minggu Paskah sebagai hari kemenangan.//Musamus

Baca selengkapnya......

Jelang Pimilukada, Diakuratkan Pendataan Warga


Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Merauke dituntut untuk bekerja secara professional dalam melaksanakan tugas, terutama dalam bidang pendataan warga untuk memperoleh Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Hal tersebut dikatakan langsung Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabuapten Merauke, Drs Wilhelmus Nanga. Dijelaskannya, sejauh ini pihaknya telah bekerja maksimal melaksanakan pendataan penduduk, karena KTP sebagai identitas diri dinilai penting untuk dimiliki setiap warga Negara, namun pendataan penduduk dilakukan, juga untuk memperoleh data akurat menjelang Pilkada 2010 mendatang.
Diungkapkannya, untuk Distrik Tabonji, Waan, Kimam dan Distrik Okaba telah dilakukan pengolahan data, namun hingga saat ini masih tersisa banyak warga yang belum terdata dan memiliki KTP.
Menurut Nanga, keterlambatan pendataan penduduk di empat distrik tersebut, dikarenakan keterbatasan dalam sarana transportasi. “ Belum tuntasnya pendataan penduduk di distrik-distrik terpencil dikarenakan kelangkaan BBM untuk ke distrik-distrik. Namun ada juga sebagian penduduk tidak berada di tempat saat saat petugas melakukan pendataan,”terang Wilhelmus Nanga.
Namun yang pasti, dengan berbagai kendala, pihaknya kini telah berhasil merampungkukan pendataan warga di 13 Distrik dan dilanjutkan dengan pendataan pada 7 distrik yang lainnya.
Dikatakan Nanga Wilhelmus untuk menuntaskan pendataan warga yang belum terdata, pihaknya telah menggunakan program jemput bola dengan turun langsung ke distrik dan kampung-kampung. “Ini bertujuan untuk mempercepat proses pendataan dan penerbitan NIK atau KTP termasuk Kartu Keluarga,”katanya.
Menurut Wilhelmus, untuk mengoptimalkan kinerja dalam proses pendataan penduduk pihaknya juga memberikan pelayanan secara khusus dan umum. Dicontohkannya, yang dimaksud dengan pelayanan umum dimana masyarakat diminta untuk proaktif mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Capil untuk memperoleh NIK/KTP dan kartu keluaga.
“Kalau pelayanan khusus, kami yang secara langsung mendatangi warga di tempat mereka berdomisili untuk memberikan pelayanan tersebut,”terangnya.
Kepala Dinas berharap agar masyarakat di Kabupaten Merauke untuk segera memiliki KTP dan KK. Karena hal tersebut sebagai identitas warga Negara yang resmi dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. “Salah satunya dengan proaktif warga mendatangi kantor Capil di Merauke atau ke aparat distrik dan kampung di tempat masing-masing, guna pengurusan identitas diri,”pintanya.//Musamus

Baca selengkapnya......

Dari Panen Perdana Di Distrik Semangga


Peningkatan Produksi, Kualitas Memadai

Sepanjang areal persawahan yang terhampar luas dan tumbuh subur, membuat mata siapapun yang memandangnya akan tertegun dan sekaligus senang. Pemandangan tersebut secara langsung dapat kita jumpai, karena tersaji dengan indah disepanjang jalan mulai dari Kuper, Tanah Miring, Salor, Kurik dan di sejumlah lokasi sentra penanaman padi yang ada di Kabupaten Merauke.

Semakin menggembirakan lagi, sebagian besar padi yang ditanam petani secara bersama-sama dengan warga lokal itu, telah siap panen dengan hasil yang berlimpah dan berkualitas. Sehingga bukan sekedar mampu memenuhi kebutuhan pangan secara nasional, tetapi juga tetap memprioritaskan sisi kualitas supaya dapat dinikmati dan mempunyaui nilai jual yang tinggi.
Melihat potensi sumber daya alam di daerah Merauke memang sangat membanggakan, dan visi Kabupaten Merauke sebagai daerah Agropolitan dengan pertanian menjadi sektor andalannya itu, tidak akan berhasil apabila semua komponen masyarakat maupun stekaholder tidak bekerja secara optimal.
Dan Program lumbung pangan nasional harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya dikalangan masyarakat eks transmigrasi saja, akan tetapi harus mampu mensejahterakan masyarakat lokal hingga di distrik-distrik pedalaman.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, drg Yosep Rinta Radiatmaka dihadapan masyarakat Kampung Semangga Jaya Distrik Semangga pada panen pertama musim tanam 2009/2010.
Lebih jauh dikatakan Sekda, secara bertahap kualitas produksi petani di daerah ini terus meningkat, hal tersebut dapat terwujud, kata Sekda karena ada kerja keras petani dan bimbingan PPL.
Sehingga sudah seharusnya, kata Sekda, Pemerintah Daerah patut berterima kasih kepada petani. Karena petani tidak saja telah mampu memberikan kontribusi positif pada pemenuhan pangan lokal dan regional, akan tetapi mampu mengangkat daerah ini ditingkat nasional hingga Merauke ditetapkan sebagai sentra pangan nasional.
“Untuk membangun sektor pertanian tidak dapat dilakukan sendiri, harus bekerjasama dengan yang lain. Berkomunikasi dengan pakar pertanian maupun seluruh komponen lainnya penting untuk dilakukam,”kata Sekda
Pembangunan pertanian di Kabupaten Merauke diharapkan tidak akan berhenti dan harus tetap berjalan berkelanjutan. Sehingga pada kesempatan itu, Sekda mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terbatas pada pengembangan tanaman padi saja, akan tetapi harus pula mengembangkan berbagai potensi pertanian secara luas, seperti peternakan.
Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Ir O.M.A.H Laduani Ladamay,M.Si mengemukakan, Pemerintah Daerah akan selalu memberikan perhatian serius sebagai upaya peningkatan dan kemajuan sektor pertanian di Merauke.

Dimana, lanjut Ladamay, kemudahan pertanian secara luas dilakukan dengan memberikan perhatian kepada petani yang diketahui sebagai ‘ujung tombak’ di lapangan. Seperti pemenuhan kebutuhan pupuk dan sarana produksi tepat waktu maupun sarana dan prasana penunjang leinnya.
Hal tersebut dilakukan pihaknya, tidak lain bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi beras dengan kualitas yang baik.//Musamus

Baca selengkapnya......

Rabu, 31 Maret 2010

Bincang-Bincang Dengan Cabup Merauke, Daniel Walinaulik

Gaet Omah Ladamay, ‘Perahu’ Terus Diburu

SEBAGIAN masyarakat di Kabupaten Merauke telah mengetahui jauh-jauh hari sebelum jika Daniel Walinaulik akan ‘meminang’ Drs. Waryoto, M.Si

untuk maju dalam percaturan Pemilihan Kepala daerah (Pemilukada) tahun 2010. Hanya saja dalam perjalanan, Daniel yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, melirik calon wakil yang lain. Pilihan terakhir pun jatuh kepada Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Ir. Omah Ladamay.

Sikap tegas yang ditunjukkan Daniel dengan membanting setir dan memilih Omah Ladamay untuk digandeng menjadi calon Wakil Bupati Merauke, sempat menimbulkan kontraversi. Meski begitu, Daniel yang kalam dan murah senyum itu, menganggap hal tersebut adalah biasa dalam dunia percaturan politik. Baginya, seseorang calon yang dipilih untuk mendampingi, harus memiliki visi dan misi sama agar ketika sudah terpilih masyarakat, tinggal saja disinkronkan lagi.

Saat bincang-bincang dengan beberapa wartawan di ruang kerjanya, Jumat (26/3), Daniel mengakui jika selama ini banyak orang telah mengetahui jika dirinya bergandengan dengan Drs. Waryoto yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Merauke. Hanya dalam perjalanan, harus mengakhiri dan lebih memilih Omah Ladamay untuk menjadi pendamping. “Sudah lama saya mengenal Pak Omah. Beliau memiliki visi dan misi yang hampir sama terutama dalam bidang pertanian. Olehnya, tidak salah saya jika pilihan jatuh ke Omah karena kami memiliki banyak kesamaan,” ungkapnya.

Menyangkut perahu yang digunakan untuk maju dalam Pemilukada, Daniel mengungkapkan, dua partai sudah jelas yakni Partai Persatuan Daerah (PPD) dan Partai Patriot yang memiliki keterwakilan juga di lembaga DPRD. “Ya, kami sedang buru lagi beberapa partai seperti Gerindra, Hanura dan tidak menutup kemungkinan lagi adalah Partai Golkar. Kita sudah lakukan pendekatan, namun belum ada pembicaraan final,” ujarnya.

Menyinggung kapan dilakukan deklarasi, Daniel mengungkapkan, kapan saja bisa terlaksana. Hanya yang perlu dipikirkan terlebih dahulu adalah partai pengusung. “Sudah banyak simpatisan maupun pendukung yang menghendaki agar kami secepatnya mendeklarasikan diri. Bagi saya, belum terlambat karena ketika kita mendeklarasikan diri, harus tahu dulu partai pengusung yang jelas,” katanya sambil menambahkan, semua belum terlambat dan ada waktu yang tepat.

Untuk target, lanjut dia, harus menang. Siapapun dia yang akan maju bertempur, sudah memiliki suatu rasa optimis untuk harus memenangkan pertarungan dimaksud. “Saya berani katakan menang karena setiap hari kami jalan keliling dan bertemu masyarakat di tingkat distrik dan kampung-kampung. Kalaupun harus kalah, haruslah terhormat. Ya, kita punya strategi sendiri-sendiri untuk bisa merebut hati masyarakat,” katanya dengan santai.

Dia menambahkan, meskipun sampai sekarang belum dibentuk tim sukses yang paten untuk bisa bergerak, namun dirinya telah mengingatkan kader maupun simpatisan agar menjaga kenyamanan dan tidak membuat tindakan anarkhis. Setiap persoalan yang dihadapi di lapangan, disikapi dengan kepala dingin. Tidak perlu harus saling menghujat. (frengky)

Baca selengkapnya......

10 PSK Yobar Belum ‘Dieksekusi’

MUSAMUS--- Sebanyak 10 pekerja seks komersial (PSK) yang dijatuhi hukuman satu bulan penjara atau denda Rp 1 juta karena telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2003

setelah tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan badan dengan lawan jenis, belum menjalankan vonis tersebut.

Para pendamping PSK di Lokalisasi Yobar, A. Rum Metalmetty, S.Sos, MM yang ditemui di Kantor Bupati Merauke, Rabu (24/3) membenarkan jika kesepuluh PSK tersebut belum memenuhi putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Merauke setelah divonis satu bulan penjara atau denda Rp 1 juta. “Ya, mereka masih mencari uang sehingga kita juga harus mengerti. Kasian kan, berapa penghasilan yang didapatkan dari aktivitas yang dilakukan sehari-hari,” katanya.

Metalmetty mengaku, pihaknya terus memberikan motivasi dan dorongan kepada mereka agar mencari uang dan tetap memperhatikan agar tetap menggunakan kondom. Maksudnya agar bisa terhidar dari penyakit IMS atau sampai kepada HIV/AIDS. “Saya tetap yakin suatu saat mereka akan menyerahkan uang tersebut setelah mengumpulkan sedikit demi sedikit,” tandasnya.

Menyinggung jangan sampai mereka akan dieksekusi dalam waktu dekat untuk masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Merauke, Metametty mengaku, dirinya tidak memiliki kompetensi untuk berkomentar. “Ya, karena sudah masuk di ranah hukum sehingga saya pun tak berani berkomentar. Bisa langsung tanyakan kepada jaksa sebagai eksekutor,” sarannnya. (frengky)

Baca selengkapnya......

Sekda : Harus Ada Permohonan Tertulis Terkait Sejumlah Pejabat Yang Mencalonkan Diri Jadi Bupati Merauke

MUSAMUS----Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, drg. Josef Rinta mengatakan, sampai sekarang belum ada satu calon bupati atau wakil bupati yang mengajukan permohonan untuk mengikuti pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Merauke.

Secara lisan, sudah ada yang menyampaikan, tetapi permohonan tertulis belum diserahkan atau diterima.

Demikian disampaikan Josef Rinta saat ditemui media ini di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Menurutnya, seseorang yang berkeinginan maju mencalonkan diri dalam Pemilukada Merauke, hanya mengundurkan diri dari jabatan yang diemban, tetapi status pegawai negeri sipil (PNS) masih tetap melekat sampai pensiun. “Itu sudah diamanatkan dalam aturan. Jadi, bukan berarti seorang PNS yang akan maju menjadi kandidat bupati, harus diberhentikan. Dia hanya lepas dari jabataan yang diemban selama ini,” tegasnya.

Sampai sekarang, lanjut Sekda, belum ada satupun PNS yang mengajukan permohonan secara tertulis untuk mengikuti suksesi Bupati Merauke. Diakuinya jika ada yang sudah menyampaikan secara lisan, tetapi sesuai dengan aturan atau ketentuan yang berlaku, permohonan harus tertulis. “Saya juga belum tahu jangan sampai mereka langsung berhubungan dengan Bupati Merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze,” ungkap Rinta.

Dijelaskannya, jika permohonan telah dibuat dan diserahkan, akan dikeluarkan rekomendasi sehingga bersangkutan bisa mengikuti pesta demokrasi. Itu juga menjadi kekuatan karena sudah tentu selama mengurus berbagai administrasi dan kampanye sampai selesai pemilihan, berbagai kesibukan pasti selalu ada. Apalagi jika calon tersebut dipilih oleh masyarakat luas. “Kita siap menindaklanjuti permohonan kandidat yang diterima,” ungkapnya.

Menyinggung jangan sampai kandidat tidak mengurus permohonan untuk meletakan jabatan yang diemban, Rinta mengungkapkan, pihaknya tak bisa berkomentar. Tetapi bahwa Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Merauke sebagai penyelenggara Pemilukada, akan melakukan pemeriksaan terhadap setiap dokumen para kandidat termasuk surat dari Pemkab Merauke untuk meletakan jabatan jika bersangkutan mendapat posisi strategis selama ini. (frengky)

Baca selengkapnya......

Kasus Tabrakan Kapal di Laut Arafura Para Pemilik Kapal Dipertemukan

MUSAMUS----Polres Merauke mempertemukan kedua pemilik kapal masing-masing KM Hasuda yang diwakili oleh Rojer dan KM Bandar oleh A Hock.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Polres Merauke, Selasa (23/3), dipimpin langsung Kasat Polairud, AKP Ridwan didampingi Kasat Reskrim, AKP Mochmad Rifai.

Disaksikan media ini, dalam pertemuan, kedua belah pihak terutama KM Bandar bersedia berdamai dan menyelesaikan secara baik-baik persoalan yang terjadi pada tanggal 18 Maret lalu di Laut Arafura setelah jangkar kapal ditabrak oleh KM Hasuda ketika sedang melakukan aktivitas pencaharian ikan. Selain berdamai, ada surat pernyataan yang telah dibuat untuk ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai bukti.

Kasat Polairud, AKP Ridwan mengungkapkan, kesepakatan damai ini adalah inisiatif dari kedua belah pihak dan tidak ada unsur pemaksaan atau intervensi dari siapapun juga. “Ya, oleh karena mereka ingin untuk berdamai, maka kita memfasilitasi secara baik-baik agar kedua belah pihak duduk bersama menyelesaikan dengan hati yang dingin,” katanya.

Selain penyelesaian, lanjut Ridwan, ada surat pernyataan dengan beberapa butir yang dihasilkan untuk dijaga diantaranya KM Hasuda bisa beroperasi kembali di laut melakukan aktivitas pencaharian ikan sebagaimana biasa, tetapi harus tetap menjaga jarak guna menghindari adanya tabrakan. Selain itu juga, komunikasi antar kapal di laut harus jalan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Jika kemudian nanti, katanya, kapal tersebut melakukan pelanggaran di laut, bisa segera dilaporkan ke darat untuk di teruskan ke Polres untuk diambil tindakan selanjutnya. Para ABK jangan mengambil sikap sendiri melakukan penyanderaan. Laporkan saja jika ada pelanggaran di laut. Polisi akan secepatnya mengambil langkah konkret untuk penyelesaian.

Sebagai akhir dari penyelesaaian persoalan dimaksud, kedua belah pihak berjabatan tangan dan perwakilan dari KM Hasuda menyerahkan segumpal tali plastik kepada A Hock sebagai ganti rugi. “Ya, kita sudah berdamai dan tidak ada yang perlu dipersoalkan dan dibesar-besarkan lagi,” ungkap Rojer. (frengky)

Baca selengkapnya......

Jelang Pemilukada, Polres Merauke Operasi Sajam

MUSAMUS---Dalam rangka menciptakan kondisi yang aman sekaligus menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada), sebanyak kurang lebih 50 personil dari Polres Merauke yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops,

Kompol Jefri Siagian melakukan operasi senjata tajam (sajam) di depan Dealer Yamaha, Jalan Raya Mandala pada Senin (22/3) malam dari pukul 20.00 Wit-21.00 Wit.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/3), Jefri mengungkapkan, operasi itu akan dilakukan secara rutin setiap hari dengan mengambil beberapa lokasi. “Ya, kita akan lakukan operasi secara rutin untuk melakukan pemeriksaan terhadap siapa saja yang melintas. Jika ditemukan ada yang membawa sajam, langsung diamankan barang bukti dan identitas bersangkutan.

Dari operasi yang dilakukan, lanjut Jefri, diamankan sebuah sajam milik salah seorang siswa SMA serta dua katapel dan juga beberapa botol minuman keras (miras). “Kita sudah melakukan pendataan terhadap mereka. Untuk tahap pertama, diberikan pembinaan dan jika diulangi atau kedapatan lagi, tetap akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Jefri.

Disinggung berapa lama akan dilakukan operasi, Jefri mengungkapkan, rutin berlangsung mengingat belakangan ini angka kriminalitas sedikit meningkat. Operasi yang dilakukan ini, sekaligus mengamankan situasi menjelang Pemilukada Merauke. “Kita tetap menghimbau kepada masyarakat Kota Merauke dan sekitarnya agar menciptakan kekondusifan wilayah agar tidak membuat orang terganggu disaat sedang beristirahat atau beraktivitas,” pintanya. (frengky)

Baca selengkapnya......

Tanpa Sebab 50 Ekor Sapi Mati

MERAUKE —Sebanyak 50 ekor sapi dari total seluruhnya 500 yang didatangkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Dinas Peternakan Kabupaten Merauke mati. Diduga, sapi-sapi yang mati itu akibat kurang diberikan makan sehingga kian hari kondisi badannya menurun drastis. Sapi tersebut sesuai rencana dibagikan kepada pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah setempat dan perwakilan beberapa masyarakat.

Informasi yang dihimpun di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Dinas Peternakan Kabupaten Merauke, Rabu (31/4), dari 500 ekor sapi, kurang lebih 50 ekor yang mati. “Saya melihat di daftar buku jika banyak sapi yang mati. Tidak tahu penyebabnya tetapi kemungkinan karena kurang diberikan makanan secara baik sehingga kondisi fisiknya menurun,” kata salah seorang warga sekitar.

Menurutnya, saat diturunkan pertama, tidak langsung di bawa ke RPH tetapi agak jauh dari tempat tersebut sehingga banyak yang mati. “Memang ada juga yang mati setelah dibawa dan dikandangkan di RPH. Saya juga tidak tahu apakah begitu mati langsung dikuburkan atau tidak. Ya, ada petugas yang melakukan penjagaan disini sehingga dia tahu akan jumlah yang mati,” tuturnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Merauke, Ir. Bambang Trihardjo yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan ada sejumlah sapi yang mati, tetapi tidak mencapai 50. “Memang ada sapi yang mati saat diturunkan dari kapal beberapa waktu lalu. Itu karena di atas kapal, tidak hanya mengangkut ternak, tetapi barang-barang lain juga,” ungkap Bambang.

Jumlah yang mati saat diturunkan, kata Bambang, 13 ekor dan ada juga ketika sudah di kandangkan di RPH. “Sampai sekarang saya belum mendapatkan laporan secara resmi dari petugas RPH tentang jumlah yang mati. Tetapi yang jelas bahwa tidak sampai 50 ekor. Saya akan cek lagi untuk bisa mengetahui jumlah yang mati sehingga lebih jelas lagi,” katanya.

Pengadaan sapi dimaksud, menurut dia, akan diberikan kepada para PNS dan juga perwakilan masyarakat. Tujuannya agar bisa menjadi bekal ketika sudah pensiun. Sapi-sapi yang diberikan tidak gratis, tetapi akan dipotong dari gaji dan insentif yang diangsurkan tiap bulan. Saat ini, banyak yang telah diambil para PNS untuk dipelihara dan sisanya akan diambil dalam waktu dekat. Dan, untuk sementara ditampung di RPH.

Dijelaskannya, saat pendropingan 500 sapi dari NTB itu, pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga. Jadi, yang telah mati menjadi tanggungjawab dari bersangkutan sesuai hasil kesepakatan yang telah dibuat bersama. Untuk satu ekor saat dibeli di NTB, katanya, Rp 4.750.000,00. Jadi, bisa dikalkulasikan total anggaran yang digunakan untuk pembelian. “Apa yang kita lakukan ini semata-mata untuk mengembangkan populasi ternak di Kabupaten Merauke,” tandasnya.

Baca selengkapnya......

Senin, 29 Maret 2010

Pelayanan Prima, Membawa Bank Papua Semakin Eksis

Kunci sukses dalam meningkatkan perusahaan di bidang jasa, sangat diutama dalam memberikan pelayanan yang prima dan juga kepercayaan kepada nasabah. Strategi tersebut yang selama ini diterapkan di salah satu Bank ternama di Papua.
Sehingga tidak mengherankan, ditengah terjadinya persaingan dunia perbankan, bank tersebut tetap eksis dan semakin diminati banyak orang, karena selain lengkap dengan berbagai fasilitas, kehadirannya juga dapat dinikmati warga di perkotaan hingga di daerah pelosok.

Adalah Bank Papua, yang senantiasa mendekatkan pelayanan terbaiknya kepada warga. Dimana dengan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, tidak lain untuk memberikan kemudahan dan menjadi Bank yang paling diminati banyak orang.
Ditambah Bank Papua kini terus ‘melebarkan sayap’ dengan memberikan pelayanan perbankan hingga ke daerah-daerah. Kepada Tabloid Musamus, Pimpinan Bank Papua Cabang Merauke, Eko Budi Sulistiyono dengan gamblang mengungkapkan, bahwasanya Bank Papua komit menjadi bank yang terus tumbuh, menjadi Bank komersial yang kuat dan unggul kebanggaan masyarakat Papua.
Dan Bank Papua sendiri di Merauke hadir lengkap dengan berbagai fasilitasnya, dimana selain dapat melakukan transaksi langsung di gedung Bank Papua berlantai dua itu dengan berbagai layanan prodak-prodaknya yang inovatif. Nasabah Bank Papua juga dimanjakan dengan kemudahan layanan ATM yang tersebar di kota Merauke sebanyak lima unit.
Tidak hanya itu, sebagai bank terlengkap, Bank Papua telah membuka jaringan pelayanan kantor cabang pembantu, kantor kas dan ATM. “Ini semua merupakan bagian strategi pelayanan. Untuk Merauke sendiri Bank Papua menjadi bank yang terluas jangkauanya, yang mana di setiap distrik telah memiliki kantor kas. Bahkan sudah ada Kantor Cabang Pembantu di Agats, Tanah Merah dan Kepi.”
Diakuinya, keberadaan kantor cabang pembantu hingga di daerah pemekaran, merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada nasabah, ditambah jaringan ATM di Kota Merauke yang bertujuan untuk mempermudah nasabah dalam segala situasi.
Hal tersebut belumlah cukup, kata Eko, pihaknya akan senantiasa terus meningkatkan dan selalu menyempurnakan sistem-sistem agar memberikan kepuasan yang disesuaikan dengan tuntutan dimana bank harus terus berkembang.
Bahkan saat ini, nasabah Bank Papua tetap dapat bertransaksi meski berada di luar Papua, seperti di Jakarta. Karena telah dibuka kantor cabang di Jakarta dan kantor serupa juga dibuka di Surayaba serta Makassar.//Musamus

Baca selengkapnya......

PLN Telah Terima Permintaan Pemasangan Listrik Di Pasar Ampera

Tidak lama lagi, warga Merauke dalam waktu dekat sudah dapat menggunakan pasar Ampera yang megah nan bagus, yang kini tengah dirampungkan pengerjaannya pasca terbakar beberapa waktu lalu.
Jika tidak ada aral melintang, Pasar Ampera yang pengerjaanya hingga Tahun 2009 telah menelan dana Rp Rp 87 Miliar itu, dapat diresmikan penggunaannya beberapa bulan lagi.

secara fisik pasar Ampera yang dibangun dengan kontruksi baja itu, telah selesai. Hanya saja, untuk operasionalnya belum dapat difungsikan. Karena masih harus melengkapi dengan sarana prasaran pendukung lainnya. Seperti jaringan telepon, listrik dan PDAM.
Terkait dengan upaya pemasangan jaringan penunjang fasilitas Pasar Ampera, Manger PLN Cabang Merauke, Ir Abdul Haris Nasution membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat permintaan pemasangan jaringan listrik untuk Pasar Ampera sebesar 630 Kpa.
Dan sebelum melakukan pemasangan, kata Nasution, dalam waktu dekat PLN akan melakukan survei langsung ke areal pasar tersebut untuk melihat lokasi pemasangan jaringan listriknya.
“PLN tetap ikut mendukung kelancaran kemajuan pembangunan di daerah. Dalam hal ini pemenuhan fasilitas penerangan berupa listrik. Dan PLN siap memenuhi kebutuhan pasokan listrik di Pasar Ampera,”kata Nasution.
Tidak hanya pemenuhan listrik di Pasar Ampera saja, melainkan PLN juga memprioritaskan dalam memberikan pelayanan listrik kepada seluruh pelanggannya di Kabupaten Merauke secara optimal. Bahkan PLN sendiri telah berencana menambah pembangkit berkapasitas 4 Mega yang kini masih dalam tahap pelelangan di Wilayah Papua.
Kendati demikian, pihak PLN terus berharap agar pengguna listrik di Merauke untuk semakin meningkatkan kesadarannya dalam membayar tagihan listrik secara rutin.
Sekedar diketahui, Pasar Ampera yang dibangun dengan rancangan model yang modern dan ditata apik itu , akan ditempati para pedagang di Merauke, mulai dari penjual kelontongan, pakaian, sayur mayur hingga ikan dan daging yang ditata dengan teratur.
Tidak hanya itu, di dalam pasar juga akan ditempatkan pos penjagaan, tempat ibadah, bank, wartel maupun fasilitas penunjang lain dengan tujuan untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dengan berbagai kebutuhan.
Terpenting, dalam pemanfaatan fasilitas penunjang pasar Ampera, seperti listrik, perlu diperhatikan dan dikontrol , terutama di dalam pemakainnya. Hal itu penting, tidak lain untuk menghindari kecemburuan di antara pedagang dan yang utama untuk memberi rasa aman dan mencegal hal-hal yang tidak diinginkan.//Musamus

Baca selengkapnya......

Siap Dilakukan, Operasi Kendaraan Dinas dan Pegawai Dijam Dinas

Pegawai di lingkup Pemda Merauke diingatkan untuk tidak meninggalkan kantor pada jam kerja tanpa alasan yang jelas. Tidak hanya itu, pegawai yang menggunakan kendaraan plat merah atau kendaraan dinas roda dua maupun roda empat, juga harus dapat memanfaatkan fasilitas Negara itu dengan baik sesuai fungsinya.

Hal tersebut penting untuk ditaati oleh seluruh pegawai, dan untuk pengoptimalannya, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Merauke, akan turun langsung melakukan operasi kendaraan dinas serta pegawai di luar kantor pada jam dinas.
Menurut Kepala Kantor Sat.Pol PP Merauke, Ramadayanto, operasi penertiban itu dilakukan tidak lain bertujuan untuk mendisiplinkan pegawai di lingkungan Pemda Merauke dalam bekerja dan juga bertanggung jawab terhadap fasilitas Negara yang harus dijaga dan digunakan dengan baik.
Mengingat, pemberian sarana dinas oleh pemerintah itu, bertujuan untuk menunjang kinerja di kantor dan bukan untuk disalah fungsikan.
“Jadi, pegawai yang berada di luar kantor saat jam dinas tidak boleh atau dilarang, asalkan ada alasan yang jelas dan juga diketahui oleh pimpinan. Misalkan, mau jemput anak sekolah atau ada keperluan dan alasan lain hingga mereka harus berada di luar kantor saat jam dinas, namun sesuai aturan mereka harus mendapatkan izin dari pimpinan dan bukan asal-asalan atau seenaknya saja ke luar kantor, ”kata Ramadayanto.
Demikian pula, lanjut Ramadayanto lagi, terhadap fasilitas kendaraan dinas, juga akan ditertibkan bila kendaraan itu kedapatan berada di tempat-tempat hiburan. Dan sesuai dengan peraturan, pegawai yang kedapatan melanggar, meraka akan dikenai sanksi tegas.
“Sebelum-sebelumnya kita telah jalan operasi. Dan ada yang kedapatan, namun masih kita tangani secara persuasive dan meminta pelanggar untuk tidak mengulangi lagi,”ungkapnya.
Menurut Ramadanyato, upaya mendisiplinkan pegawai agar giat bekerja di kantor dan juga penertiban kendaraan plat merah itu, pada prinsipnya siap untuk dilakukan. Terkait dengan hal itu, pihaknya terlebih dahulu telah menyurat ke tiap-tiap instansi agar menertibkan terlebih dahulu pegawai-pegawainya.
“Kita telah surati tiap instansi, karena pimpinan SKPD juga paling bertanggung jawab terhadap para pegawainya. Dengan harapan, mereka semakin disiplin bekerja dan juga bertanggung jawab dengan fasilitas dinas milik pemerintah itu,”terang Ramadayanto mantap.//Musamus

Baca selengkapnya......

Bupati Lantik 540 Pejabat Eselon II, III dan IV

Seluruh Pejabat Dituntut Lakukan Perubahan dan Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Bupati Kabupaten Merauke, Drs Johanes Gluba Gebze meminta seluruh pejabat Eselon II, III dan IV untuk dapat bekerja dengan baik serta sungguh-sungguh di dalam membantu memajukan daerah Merauke di segala sektor pembangunan. Hal tersebut disampaikan Bupati Merauke secara langsung saat melantik 540 pejabat Eselon II,III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke.

Tidak hanya itu, Bupati Gebze dengan tegas juga meminta agar pejabat yang dipercayakan mengemban tugas dan jabatannya itu, harus mampu membawa perubahan dan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dan dengan kesungguhannya, dihadapan para pemuka agama, mereka yang dilantik menyatakan sumpah dan janjinya untuk dapat bekerja demi bangsa Indonesia.
Dikatakan Bupati Merauke, tempat-tempat tugas bagi 540 pejabat Eselon II, III dan IV itu telah disusunnya dengan perhitungan yang matang dan menurutnya telah dibagi dengan adil.
“Ini anugrah yang harus disyukuri, jangan melihat itu tempat basah ataupun kering. Mau jadi basah atau kering bisa saja dilakukan, karena semua punya kesempatan yang sama, tergantung kita menempatkan diri dan harus terus termotivasi, berusaha dan bekerja keras untuk membawa perubahan,”kata Bupati.
Semua pegawai harus terus berkarya dan berbuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Muliakan tempat dimana kalian mengabdi. Dan harus tau apa yang harus dilakukan dengan jabatan yang diemban.”
Dihadapan seluruh pejabat yang baru dilantik itu, diharapkan harus mampu membantu kerja Bupati di dalam mewujudkan Merauke ke depan yang sejahtera dan maju. Dan untuk mewujudkan adanya perubahan pembangunan di segala sektor, mereka diminta untuk lebih mendekatkan diri dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Yang mana mereka harus berkomitmen untuk bekerja sungguh-sungguh sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing serta memahami Peraturan Daerah. Sehingga mereka mampu membuktikan unjuk kinerja dengan baik. “Ini belum pengakuan final, dan akan dibuktikan dalam kinerja yang baik. Sehingga saya harapkan kalian bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan pengakuan. Buktikan bahwa anda bisa menjadi tulang punggung pada organisasi yang ada,”pinta Bupati.
Ditempat yang sama, secara khusus Bupati Merauke meminta pejabat Eselon II, III dan IV putra-putri lokal untuk menjadi tim andalan negeri dengan cara bekerja giat dengan terus menjalin kerjasama dengan yang lain. ‘Buktikan bahwa kita ini adalah tim andalan dari negeri yang bersama-sama komit untuk memajukan daerah,”tukas Bupati Johanes Gluba Gebze.//Musamus

Baca selengkapnya......